Rabu, 02 November 2016

Menanti

Hari ini begitu gelap dalam benakku, matahari yang bersinar terang kemudian meredup seketika. Awan hitam mulai mengikis cahayaku. Entah sudah berapa lama aku duduk termenung menyaksikan orang berlalu lalang tanpa tujuan. Aku pun tak paham apa yang aku tunggu dan apa yang aku nanti. Kemudian siapa yang akan datang dan kembali pulang saja sama sekali tak terfikirkan dalam benakku, tapi sayangnya aku benar-benar masih mengingat satu wajah. Aku ingin dia datang dalam hidup nyataku bukan hanya sekedar mimpi dan angan-angan.
“Aku menunggumu, disini aku menantimu..” Kesabaranku selalu terombang-ambing teruji, dan entah sampai kapan aku mampu bertahan atau aku akan berhenti hingga menyerah. Waktu mengikis menggerogoti harapan namun keyakinan serta perasaan justru menggali lebih dalam. Aku terlalu bodoh untuk menunggu.. karena dia sungguh tak akan datang seperti yang selalu diharapkan. Aku terlalu bodoh untuk menanti.. bahkan dia membalas sepucuk suratku saja tak pernah apalagi melontarkan senyum dihadapan. Aku terlalu bodoh untuk berharap.. karena dia tak pernah mengharapkan keberadaanku.
Pengharapanku terlalu tinggi untuk bisa melihatnya hari ini, beberapa kali ku lirik jam tangan memandangi jarum berputar detik demi detik, tapi dia pun tak kunjung ku temukan. Aku memang bodoh hingga aku lupa sudah berapa tahun lamanya ku habiskan hanya untuk menanti. Kegiatan yang membosankan menunggu yang tak kunjung datang hingga musim berganti.
Aku sudah sangat lelah seperti berada pada ujung daun yang tak tahu arah. Aku sudah mulai layu menunggu sinar kembali. Sepertinya sudah saatnya aku menyerah dan pasrah. Aku sudah letih melewati semua ini tapi,  ternyata Tuhan memberikan jalan lain, aku selalu diberi kesabaran lebih seakan tak pernah habis. Ketika logika meminta untuk berhenti namun hatiku menolak untuk menyerah. Ketika langkahku mulai berjalan mundur namun pikiranku justru mendorong maju. Pada akhirnya aku masih disini menunggunya, entah sampai kapan aku harus berhenti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar