Aku lulus kuliah dulu. Kamu juga harus menyelesaikan belajarmu. Jika nanti kamu sudah siap, datanglah kerumah menemui ayah untuk mengkhitbahku. Jangan pernah lelah untuk berdo'a, baik untukmu sendiri, untukku dan jalan untuk kita. Mantapkan dulu hatimu jika aku memang benar-benar pilihan. Dalam keputusan itu jangan kamu selipkan keraguan, mohon lah petunjuk dariNya. Jangan pernah bosan berdo'a kepadaNya. Semoga do'a-do'a yang kamu lantunkan setiap sujud malammu terkabul, begitu pula do'aku yang tak pernah berhenti untukmu. Jika aku adalah pilihan diantara beberapa, aku yakin perempuan lain paham bahwa kamu bukanlah jodohnya. Jika engkau pun memilihnya daripadaku, aku pun juga harus paham bahwa kamu memang bukan ditakdirkan untukku. Aku pun yakin, kelak pasti ada seseorang yang tepat yang telah dituliskan namanya untuk membangun keimanan bersama meraih ridhloNya bersamaku. Semoga engkau yang ku maksud dalam tulisan ini, sempat membacanya karena sulit bagiku menyampaikan walau hanya beberapa kalimat. Terima kasih sudah sudi membaca. I don't care about your past, I care about ours :)
"Jangan pernah lelah untuk berdoa." Bukankah apa yang tidak dituliskan untuk kita tidak akan pernah menjadi milik kita?
BalasHapusI’ve read it all the time :)
BalasHapusIm just dont want to show it . . .