Berhentilah untuk selalu bersedih
dan termenung tiada arti. Cukupkanlah atas segala risau yang kau tanam. Yakinlah
bahwa manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan, jadi apa kita berhak untuk
kuatir? sebab jodoh tidak akan tertukar. Bisa jadi yang kita lakukan saat ini
adalah menjaga jodohnya orang lain, bukankah lebih kecewa jika seseorang yang
kita jaga saat ini ternyata bukan menjadi milik kita? Maka sudahilah hubungan
tanpa ikatan itu. Bersabarlah.
| laylarahma, 14 Februari 2018 |
Yang bukan milikmu tidak akan menjadi milikmu. Sekuat apapun kau berusaha memperjuangkannya. Sehebat apapun kau mempertahankannya. Yang bukan milikmu tetap akan pergi meninggalkanmu. Sebaliknya, yang menjadi milikmu akan berbalik padamu lagi. Sekencang apapun dia berlari darimu. Sekuat itu juga ia akan kembali datang.
Berhentilah
mencari yang sempurna, bisa jadi kau akan kehilangan yang terbaik. Jodoh itu
bukan perkara memaksa yang memang tak perlu dipaksakan. Untuk apa memaksakan
yang bukan menjadi milikmu? Bisa jadi kebahagiaan yang kau impikan akan sirna
dengan sendirinya. Jodoh itu bukan untuk dicari melainkan dibentuk. Bagaimana pula
kau selalu mencari sedangkan kau tidak membentuk dirimu dengan baik? jadilah
baik agar kau dipilih, jadilah baik agar kau menemukan yang baik pula. Terbaik itu
bukan perkara menurut pandang orang lain baik namun seseorang yang menurut
engkau memang benar-benar mampu membentuk dirimu dan dirinya menjadi baik untuk
mencari ridloNya. Namun ingatlah,
pilihannya adalah yang terbaik. Jika yang kau inginkan harus pergi maka
lepaskanlah. Karena yang terbaik versiNya lebih baik daripada terbaik versimu. Maka
iklhaskanlah, karena sejatinya kita harus tetap iklhas dan tulus. Jika ia
memang harus pergi untuk orang lain maka lepaskan, paling tidak kau sudah
belajar banyak hal.
Setiap
hubungan akan berakhir, entah berakhir bahagia atau pahit. Namun, jangan pernah
menyesal akan hal itu karena kesemuanya tidak bisa diulang kembali dan
diperbaiki di masa lalu. Setidaknya engkau pernah mencintainya dengan tulus walaupun
tidak berakhir mulus. Setidaknya belajar setia pada suatu pilihan dengan segala
pertanggungjawaban, entah meninggalkan atau bertahan. Setidaknya paham tentang
komitmen bersama untuk saling bertahan dalam kondisi sulit. Setidaknya pernah
berjuang bersama untuk masa depan yang benar-benar kau impikan. Kesemuanya tidak
ada yang salah, tak mengapa jika engkau hanyalah sebagai batu loncatannya. Kau menuai
benih setidaknya ia mampu memetik dengan baik yang pernah kau tanam dan jaga. Sakit
memang, namun melakukan terbaik bukan perkara hal yang salah. Sejatinya kita
harus selalu berbenah diri menjadi yang lebih dan lebih baik lagi.
Suatu
hari engkau akan sadar, mungkin engkau memang pantas untuk mendapatkan yang
lebih baik, entah orang yang lebih baik atau cerita yang lebih baik. Entah
kapan, namun pasti jika dalam diri engkau tertanam kenyakinan. Jadilah pribadi
yang berkualitas, yang bisa memberi arti dalam suatu hubungan yang mampu
memberi kenangan indah, meski benih yang kau tanam dipetik oleh orang lain.
Menjadi seseorang yang mampu bangkit ketika harus jatuh berkali-kali, yang
mampu memaafkan secara perlahan maupun dengan iklhas memberi kesempatan kedua
jika ditakdirkan, karena kita tidak tahu setelah dikecewakan apakah setelah
kesemua yang terjadi dia masih orang yang sama. Kecewa itu ada karena kita
sendiri yang membangun harap. Sekali lagi menjadi baik tidak ada yang salah.
Tuhan mengabulkan doamu bukan sesuai yang kau inginkan, namun yang kau butuhkan.
Mengertilah, bahwa jodoh tidak akan tertukar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar