Senin, 02 Januari 2017

Jadi, Kita Ditakdirkan Untuk Bersama

                Demi do’a yang ku panjatkan pada Tuhan, akhirnya dia adalah jawaban atas setiap baitnya. Akhirnya aku dipertemukan dalam barisan kata dan bahasa yang indah. Lantunan Surat Makkiyah ialah bumbu sedap dalam setiap menuku setiap harinya. Ia bagaikan sebuah pagar yang melindungiku agar tak terjatuh, pegangan tanganku dalam setiap reruntuhan. Tuhan mendengarkan bisik tangisku tiap malam kelabu.
               Kita yang dahulu terpisah ribuan kilometer jauh jaraknya, akan dipertemukan jika waktunya tiba. Jangan kuatir akan kesendirian yang sepi mengikuti, karena Tuhan tlah merencanakan waktu yang tepat untuk kita. Tuhan tak tidur, Tuhan mendengar setiap bisik keluh. Kita yang dahulu tak mengerti siapa, kini aku bahagia ketika engkau datang mengkhitbah lewat ayahku.
                Pertemuan ini adalah hari paling indah dalam setiap hari dari hidupku. Ternyata engkaulah pangeran yang dipaketkan oleh Tuhan. Hari ini jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya seolah tak mau berhenti segera. Yang ku mengerti, inilah kehendak Tuhan begitu dekat mengalir mendarah daging lebih dekat lagi dalam setiap urat nadi. Ternyata engkaulah yang dititipkan Tuhan untuk menemani hidupku. Badai ataupun puting, dialah yang akan ada disisiku di dunia ini. Ternyata engkaulah teman hidupku meraih ridhlo Tuhan di dunia ini, ternyata engkaulah setitik cahaya yang akan menuntunku dalam ruang gelap. Jadi, kita ditakdirkan bertemu untuk membangun keimanan bersama. Kita adalah satu, kita dipertemukan oleh kemurahan hati Sang Maha Kuasa.

                Then, we life happily ever after. I’m born to be yours and you born to be mine. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar