Demi
do’a yang ku panjatkan pada Tuhan, akhirnya dia adalah jawaban atas setiap
baitnya. Akhirnya aku dipertemukan dalam barisan kata dan bahasa yang indah.
Lantunan Surat Makkiyah ialah bumbu sedap dalam setiap menuku setiap harinya.
Ia bagaikan sebuah pagar yang melindungiku agar tak terjatuh, pegangan tanganku
dalam setiap reruntuhan. Tuhan mendengarkan bisik tangisku tiap malam kelabu.
Kita
yang dahulu terpisah ribuan kilometer jauh jaraknya, akan dipertemukan jika
waktunya tiba. Jangan kuatir akan kesendirian yang sepi mengikuti, karena Tuhan
tlah merencanakan waktu yang tepat untuk kita. Tuhan tak tidur, Tuhan mendengar
setiap bisik keluh. Kita yang dahulu tak mengerti siapa, kini aku bahagia
ketika engkau datang mengkhitbah lewat ayahku.
Pertemuan
ini adalah hari paling indah dalam setiap hari dari hidupku. Ternyata engkaulah
pangeran yang dipaketkan oleh Tuhan. Hari ini jantungku berdetak lebih cepat
dari biasanya seolah tak mau berhenti segera. Yang ku mengerti, inilah kehendak
Tuhan begitu dekat mengalir mendarah daging lebih dekat lagi dalam setiap urat
nadi. Ternyata engkaulah yang dititipkan Tuhan untuk menemani hidupku. Badai
ataupun puting, dialah yang akan ada disisiku di dunia ini. Ternyata engkaulah
teman hidupku meraih ridhlo Tuhan di dunia ini, ternyata engkaulah setitik
cahaya yang akan menuntunku dalam ruang gelap. Jadi, kita ditakdirkan bertemu
untuk membangun keimanan bersama. Kita adalah satu, kita dipertemukan oleh
kemurahan hati Sang Maha Kuasa.
Then,
we life happily ever after. I’m born to be yours and you born to be mine.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar