Senin, 23 Januari 2017

Melayang di Atas Awan

        Jatuh cinta bukan lagi hal asing bagi remaja, bahkan seusia muda adalah hal paling bahagia ketika mengenal cinta. Tunggu dulu, apa benar bahagia?
           Jatuh cinta mampu merubah segalanya di depan mata. Ketika melihat pohon pisang, bagaikan sedang melihat pohon natal.
Cinta pada pandanga pertama. Kenali dulu, apakah itu cinta atau nafsu?
Cinta mampu membuat kita bertindak gila sewajarnya. Bagaimana rasanya jatuh cinta?
Bagaikan terbang melayang di atas awan. Bahkan kita sering tersenyum sendirian tanpa sebab. Hati bagaikan sedang tumbuh berbunga-bunga di taman. Ketika ia ada di depan mata, mulut seakan tercekat tak mampu berbicara walaupun sudah berlatih belasan kali sebelumnya. Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya hingga kita harus menyembunyikannya dengan cara terbaik agar tak telihat olehnya. Tangan yang gemetar hanya mampu berada di atas paha di bawah meja, lalu pipi mulai merah merona. Mataku memandangmu seakan tak ingin berkedip sekalipun. Kaki yang biasanya tegar menjadi tumpuan namun berubah lemas tak berdaya. Ini perasaanku, ketika melihatmu tersenyum, hati langsung beku seperti es yang keras membatu. Entah bagaimana lagi aku harus mengontrolnya. Aku sudah terlanjur melayang di atas awan hingga lupa bahwa aku bisa saja jatuh seketika.
Ribuan masalah di kepala yang berhari-hari menjadi beban pikiran, tiba tiba menjadi ringan. Mengapa? Karena kita lupa akan masalah itu. Kasmaran adalah pengaruh terkuat dalam setiap inci tindakan. Kasmaran adalah salah satu perusak fokus pikiran. Jatuh cinta, tentang hati dan perasaan yang mendominasi diri, bahkan logika sedang terabaikan, lalu merajuk walau tertekan. Terkadang apa yang kita lakukan menggambarkan perasaan yang dialami. Suatu kegembiraan hati, rasa senang, serta kebahagiaan begitu sulit untuk tertutupi, sama halnya perasaan patah hati, rasa sedih, serta kehancuran. Jatuh cinta bukanlah hal yang harus dihindari dan ditakuti. Setiap orang berhak untuk jatuh cinta. Setiap orang yang tertarik kepada lawan jenis yang siap memutuskan jatuh cinta maka ia harus siap untuk jatuh dan patah. Setiap pilihan dan keputusan memiliki resiko yang harus dihadapi bukan untuk dihindari. Perasaan suci dan murni lahir dari suara hati, yang membawa naik tinggi, terbang dan melayang di atas awan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar