Senin, 22 Mei 2017

Tulisanmu yang ku nanti

       Aku selalu menunggu tulisanmu karena dari mana lagi aku tahu tentang jalan pikiranmu jika tidak dari sana.  Kita tidak pernah bertatap muka kembali, jarak mengikis harapanku, komunikasi menelan diri dalam-dalam. Bila saja suatu saat nanti kita bertemu, mungkin hanya kebetulan atau memang sebuah keberuntunganku. Aku selalu menanti tulisanmu karena dari mana lagi aku tahu tentang jalan pikiranmu, tentang masalah yang sedang kamu hadapi, tentang perasaan yang sedang kamu rasakan. Meskipun tulisanmu tidak sepenuhnya mewakili tentangmu, namun setidaknya aku tahu perasaanmu masih hidup untuk aku mengerti.
      Aku adalah pembaca setia tulisanmu karena dari mana lagi aku tahu tentang segala hal yang berkaitan denganmu jika tidak dari sana. Aku selalu membacanya mulai dari halaman pertama hingga berlembar lembar halaman yang akan bertambah, karena dari sana lah aku bisa mengenalmu. Aku menyukaimu dengan cara seperti ini, menyisakan waktu tiap malam sepiku untuk menikmati alur ceritamu. Jangan berhenti menulis karena dari mana lagi aku bisa mengikutimu jika tidak dari sana. Aku menanti tulisanmu karena dari mana lagi aku bisa mengenalmu dengan leluasa jika tidak dari sana. Terus lah menulis. Tidak kamu tahu, aku pun tidak perlu repot-repot bertanya kesana kemari tentang kabarmu saat ini. Tidak kamu tahu pula, dibalik tulisanmu pasti ada seseorang yang mendoakan terbaik untukmu atas segala keresahan dan harapan tulisan-tulisan tanganmu yang lahir dari hati dan pikiranmu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar