Rabu, 26 Desember 2018

Pertemanan Yang Memendam Rasa

Puncak Becici, 03/09/2018

Matamu selalu mencari kemanapun aku pergi. Aku sebenarnya tahu kita saling menyayangi. Aku pun tahu kita saling butuh.  Namun, hubungan ini tidak akan berjalan baik. Ada hal-hal yang menjadi alasan mengapa kita tidak bisa bersama.  Dari awal, aku mengenalmu dengan baik, maka kita harus selesaikan dengan baik pula. Aku tak ingin ada kebencian diantara kita. Aku tak ingin melupakanmu, berpisah darimu dengan cara yang tidak layak. Aku ingin hubungan kita selalu baik bersama dalam waktu yang sangat lama, meski hanya sebagai teman. Aku mengerti kamu selalu peduli. Aku pun tahu kamu selalu memperhatikanku. Tapi caranya tidak begini. Memang dalam sebuah pertemanan lawan jenis itu tidak perlu ada rasa spesial yang lebih, mengapa? Karena ia suatu saat akan memberikan jarak diantaranya. Yang diharapkan kita selalu bersama dalam keadaan suka maupun duka bukan justru saling menghindar dan menghilang secara sengaja. Hingga beginilah pada akhirnya, semuanya berubah setelah perasaan itu pernah ada. Tidak ada yang lebih baik selain memendam perasaan itu, sebelum aku kehilanganmu. Dan sekarang apa? Aku benar-benar kehilanganmu.

Senin, 15 Oktober 2018

Pernahkan Melewati Malam Seperti Ini?


Mendiskripsikan waktu merupakan hal yang begitu menarik, karena ia selalu berjalan tanpa berhenti. Dalam berbagai sudut pandang dan keterangan. Waktu selalu ada dan melekat dalam setiap jiwa. Waktu yang tak pernah meninggalkan dan selalu mengukir kenangan. Betapa menariknya karena hal yang sudah terjadi tak akan bisa diulang kembali. Subuh menjelang fajar, siang yang begitu terik, senja yang penuh cerita dan malam yang menyisakan kenangan. Beberapa orang menyukai waktu malam, menunggu setiap gelap tiba dan menikmatinya secara sengaja.
  1. Ada malam ketika kamu kelelahan dengan aktivitasmu sepanjang hari, lalu terlelap;
  2. Ada malam ketika kamu benar-benar tidak bisa tidur hingga lewat tengah malam. Entah mengapa;
  3. Ada malam ketika kamu memikirkan seseorang dan bahkan tidak bisa berhenti melupakannya, justru kenangan-kenangan bersamanya terlintas jelas;
  4.  Ada malam ketika kamu benar-benar merindukan seseorang, malam yang ingin membuatmu terjaga sepanjang gelap;
  5.  Ada malam ketika kamu menunggu diucapkan “selamat malam” lalu tertidur;
  6. Ada malam ketika kamu sangat gelisah memikirkan hari esok, bahkan ingin tertidur pun tidak nyaman;
  7.  Ada malam yang hangat dan ingin waktu berhenti saja;
  8.   Ada malam yang dingin dan ingin cepat berganti hari;
  9.   Ada malam yang amat sibuk hingga terjaga sampai pagi;
  10. Ada malam yang panjang, penuh obrolan hingga perpisahan tak ingin terjadi;
  11. Ada malam yang pilu, menangisi adalah solusi terbaik setelah luka dan derita. Sepanjang petang hingga pagi menjelang;
  12. Ada malam yang mencekam hingga tidur pun masih terbayang-bayang;
  13. Ada malam yang penuh derita, menjerit saja percuma hanya buang-buang tenaga, ingin mengeluh tapi tak bisa mengembalikan suasana, solusinya cepat tertidur lelap agar berhenti merasa sakit dan jangan terbangun sebelum pagi menjelang;
  14. Ada malam yang penuh harap, mengingatkan selalu pada Tuhan.


Senin, 27 Agustus 2018

Menjadi Pasangan Ksatria Tidak Mudah

Banyak wanita mendambakan memiliki cinta utuh dengan ksatria. Memiliki cinta yang megah dan romantis, siapa yang sangka. Namun, kau harus mengerti bahwa cinta seorang ksatria itu tidak mudah. Hidupnya selalu diuji, selalu diusik dan selalu dipertaruhkan.

Menjadi pasangan ksatria bukan hal yang sepele. Mecintai dengan sepenuh hati dan pengorbanan yang tinggi. Cinta yang ada kemungkinan akan bertahan lama atau hanya beberapa waktu. Ingatlah bahwa kstaria sang penyelamat dunia, jika ia selalu menjaga wanitanya, lalu siapa yang menjaga dunia?.

Ksatria mempertaruhkan  nyawanya untuk dunia. Kau pun harus paham bahwa pasangan kstaria adalah mangsa empuk lawan. Ia titik ancaman dari segala arah. Begitulah cara lawan  menghancurkan, jika tidak dengan kekalahan maka serang hatinya, lukanya pasti lebih dalam. Cinta ternyata menjadi hal paling lemah karena kehilangan cinta lebih menyakiti daripada kehilangan harta benda. Seorang ksatria diciptakan memiliki hati yang tulus. Nyawa pasangan ksatria seharga dengan keselamatan dunia. Bagaimana mungkin satu nyawa ditukar dengan banyak nyawa di dunia? Begitulah pengorbanannya begitu besar. Oleh sebab itu, pasangan ksatria harus pandai bersembunyi mempertahankan hidupnya sendiri. Usahanya agar tidak ditemukan lawan merupakan sedikit bantuan untuk sang ksatria. Entah berada di belahan dunia mana, jika kekuatan cinta itu ada pasti ada waktu mereka dipertemukan kembali walau harus berpisah kembali. Kau pun juga harus mengerti bahwa tidak ada cinta yang menjadikannya beban, karena kekuatan diri seseorang biasanya didukung dengan kekuatan cinta. Jika cinta itu menjadi beban, maka itu namanya bukan cinta. Begitulah kisah cinta sang ksatria..

Minggu, 25 Februari 2018

Tentang Rasa yang Pernah Ada

      Kisahnya seperti ini, aku dan dia sudah selesai. Aku pikir cerita diantara kita telah usai. Cukup hingga terganti oleh cerita yang lain. Ketahuilah kita hidup sudah masing-masing. Aku tak lagi mendalami hidupnya yang pernah menarik perhatianku. Aku tak lagi menggali lebih dalam tentang rasa yang pernah ada. Aku hanya mengikuti arah angin yang berhembus entah akan membawaku kemana. Kurasa atas waktu-waktu yang pernah terlewati sudah cukup bagiku untuk menunggunya. Bahkan sudah ku niatkan untuk menutup kisah ini. Aku pikir tiada lagi cerita yang bisa diteruskan.
      Namun hal ini berbeda dengan apa yang aku pikirkan. Realita seakan tak ingin berhenti disini. Hal apa lagi yang harus aku hadapi, tentang kisah mana pula yang harus aku rasakan kembali?  Sudah ku urungkan niat untuk selalu tak ingin ikut campur masalahnya. Tak selalu ingin tahu tentangnya. Tak selalu ingin peduli tentangnya.  Semuanya sudah ku tutup sedemikian rupa. Aku menghargai keberadaan orang lain, seseorang yang perasaannya harus aku jaga.
      Takdir berbicara lain, mungkin aku dengan orang baru ini belum disatukan saat ini. Syukurnya semua berjalan baik tiada penyesalan dengan apa yang pernah aku lalui, sehingga aku menikmati sedetik apapun jalan hidupku baik sendiri maupun berdua.  Namun setelah ini perasaan yang dahulu sudah aku tutup rapat-rapat seakan kembali lagi. Kau tau? Jantungku selalu berdebar ketika melihatnya kembali. Tetiba saja dia muncul kembali dalam dunia maya dan nyata, bahkan hanya berjarak sekitar seratus meter kita berada ditempat yang sama. Dia seperti candu dalam hatiku. Entah bagaimana lagi aku harus menyimpannya, namun ini benar-benar gemetar. Sejenak aku berpikir, mungkin ini hanya kebetulan bukan takdir untuk dipertemukan kembali, mungkin ini adalah rindu jadi tak perlu untuk digali kembali mengenai apa yang sudah aku kubur. Dan sudah yang kesekian kalinya aku rindu sendirian, namun entah bagaimana dengannya aku juga tidak ingin bertanya akan hal itu. Cukup saja disini. Biarlah kisah diantara kita menjadi cerita hidup yang terindah. Mengenalnya itu adalah suatu anugrah bagiku apalagi bonus rasa yang tak kunjung usai. Bahkan aku sudah menutupnya dengan amat rapi. Begitulah, dia tetap menjadi bintangku yang terindah. Biarkan saja aku melihatnya dengan baik diatas sana, sejatinya ia tidak akan pernah aku gapai. Biarkan dia megah diatas sana dengan sinarnya yang berkelip.

Rabu, 14 Februari 2018

Jodoh Tidak Akan Tertukar

Berhentilah untuk selalu bersedih dan termenung tiada arti. Cukupkanlah atas segala risau yang kau tanam. Yakinlah bahwa manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan, jadi apa kita berhak untuk kuatir? sebab jodoh tidak akan tertukar. Bisa jadi yang kita lakukan saat ini adalah menjaga jodohnya orang lain, bukankah lebih kecewa jika seseorang yang kita jaga saat ini ternyata bukan menjadi milik kita? Maka sudahilah hubungan tanpa ikatan itu. Bersabarlah.
laylarahma, 14 Februari 2018
Yang bukan milikmu tidak akan menjadi milikmu. Sekuat apapun kau berusaha memperjuangkannya. Sehebat apapun kau mempertahankannya. Yang bukan milikmu tetap akan pergi meninggalkanmu. Sebaliknya, yang menjadi milikmu akan berbalik padamu lagi. Sekencang apapun dia berlari darimu. Sekuat itu juga ia akan kembali datang.

Berhentilah mencari yang sempurna, bisa jadi kau akan kehilangan yang terbaik. Jodoh itu bukan perkara memaksa yang memang tak perlu dipaksakan. Untuk apa memaksakan yang bukan menjadi milikmu? Bisa jadi kebahagiaan yang kau impikan akan sirna dengan sendirinya. Jodoh itu bukan untuk dicari melainkan dibentuk. Bagaimana pula kau selalu mencari sedangkan kau tidak membentuk dirimu dengan baik? jadilah baik agar kau dipilih, jadilah baik agar kau menemukan yang baik pula. Terbaik itu bukan perkara menurut pandang orang lain baik namun seseorang yang menurut engkau memang benar-benar mampu membentuk dirimu dan dirinya menjadi baik untuk mencari ridloNya.  Namun ingatlah, pilihannya adalah yang terbaik. Jika yang kau inginkan harus pergi maka lepaskanlah. Karena yang terbaik versiNya lebih baik daripada terbaik versimu. Maka iklhaskanlah, karena sejatinya kita harus tetap iklhas dan tulus. Jika ia memang harus pergi untuk orang lain maka lepaskan, paling tidak kau sudah belajar banyak hal.

Setiap hubungan akan berakhir, entah berakhir bahagia atau pahit. Namun, jangan pernah menyesal akan hal itu karena kesemuanya tidak bisa diulang kembali dan diperbaiki di masa lalu. Setidaknya engkau pernah mencintainya dengan tulus walaupun tidak berakhir mulus. Setidaknya belajar setia pada suatu pilihan dengan segala pertanggungjawaban, entah meninggalkan atau bertahan. Setidaknya paham tentang komitmen bersama untuk saling bertahan dalam kondisi sulit. Setidaknya pernah berjuang bersama untuk masa depan yang benar-benar kau impikan. Kesemuanya tidak ada yang salah, tak mengapa jika engkau hanyalah sebagai batu loncatannya. Kau menuai benih setidaknya ia mampu memetik dengan baik yang pernah kau tanam dan jaga. Sakit memang, namun melakukan terbaik bukan perkara hal yang salah. Sejatinya kita harus selalu berbenah diri menjadi yang lebih dan lebih baik lagi.

Suatu hari engkau akan sadar, mungkin engkau memang pantas untuk mendapatkan yang lebih baik, entah orang yang lebih baik atau cerita yang lebih baik. Entah kapan, namun pasti jika dalam diri engkau tertanam kenyakinan. Jadilah pribadi yang berkualitas, yang bisa memberi arti dalam suatu hubungan yang mampu memberi kenangan indah, meski benih yang kau tanam dipetik oleh orang lain. Menjadi seseorang yang mampu bangkit ketika harus jatuh berkali-kali, yang mampu memaafkan secara perlahan maupun dengan iklhas memberi kesempatan kedua jika ditakdirkan, karena kita tidak tahu setelah dikecewakan apakah setelah kesemua yang terjadi dia masih orang yang sama. Kecewa itu ada karena kita sendiri yang membangun harap. Sekali lagi menjadi baik tidak ada yang salah. Tuhan mengabulkan doamu bukan sesuai yang kau inginkan, namun yang kau butuhkan. Mengertilah, bahwa jodoh tidak akan tertukar.

Jumat, 29 September 2017

Aku Ingin Menjadi Akhir dari Kisah Panjang Pencarianmu

                  Entah apa yang sedang kau cari saat ini? aku memahami, bahwa hidup memang harus terus berjalan. Terkadang, engkau merasakan bahwa engkau sedang menunggu sesuatu, namun kau tak tahu apa yang sedang ditunggu. Terkadang engkau menunggu yang tak pasti. Karena semua pertanyaan-pertanyaan itu hanya Yang Maha Tahu yang mengetahuinya. Jawaban jawaban yang kau cari selama ini, akan terjawab pada waktu yang tepat. Mungkin hanya masalah waktu. Namun tidak, terkadang kau merasa bahwa waktu sama sekali tidak menyembuhkan luka-luka yang pernah menggores. Waktu sama sekali tidak pernah membunuh rindu-rindu yang kian menumpuk. Waktu sama sekali tak bersahabat dengan hati yang terus menyayat. Tapi juga tidak selamanya seperti itu, jangan pernah mensia-siakan waktumu. Karenanya adalah harta yang paling berharga. Ia tak mampu kembali ke masa lalu. Tak mampu kembali memutar balikkan ke masa dulu. Karena suatu hal memang diciptakan untuk tidak diulang kembali seperti semula seperti sedia kala. Bagaikan gelas kaca yang telah jatuh berkeping-keping bagaimana bisa kembali utuh, meskipun kau usahakan sekeras mungkin mengelemnya, ia tak akan pernah menjadi utuh.
                Mencari pasangan bukan hanya sebatas rasa ingin atau sama seperti kriteria yang sedang kita idamkan, ketahuilah ada yang jauh lebih penting daripada itu. Semakin jauh semakin engkau paham akan hal ini dan semakin engkau mengerti, ternyata mencari pasangan adalah bagaimana kita benar-benar berhasil menemukan satu orang yang tepat yang sanggup memberi rasa tenang, yang sanggup memberi definisi terbaik tentang kata cukup. Suatu hari engkau akan tahu bahwa setelah itu pasti akan ada seseorang yang lebih, lebih dan lebih, namun ketika engkau tlah jatuh hati, engkau paham bahwa cinta tidak hanya sekedar yang terlihat oleh mata. Suatu saat engkau akan sadar bahwa kata sempurna tidak tepat diatasnamakan dalam mencari pasangan, karena ketika engkau mencari yang sempurna, maka yang terbaik akan hilang.

                Berapa banyak waktu lagi yang kau buang? Dan berapa banyak waktu lagi yang kau habiskan dengan orang yang salah? Penantian memang kadang menyakitkan. Aku harap engkau paham bahwa Tuhan pasti akan mempertemukan, entah kapan dan pada hitungan detik keberapa akan berjumpa, namun itu pasti. Percayalah jika aku memang takdirmu Tuhan akan mempertemukan kita kembali. Jika benar memang, kita pasti akan didekatkan dengan cara terbaik olehNya. Aku disini hanya mampu berharap suatu saat Tuhan benar-benar mengabulkan doa yang terpanjatkan setiap malamnya, doa yang selalu ku sematkan dalam setiap ibadahku. Mempermudah jalanku menuju padamu dimana pun engkau berada jika engkau memang takdirku yang senantiasa terpeluk dalam restuNya. Ketika engkau sudah lelah mencari, aku ingin waktu segera mempertemukan kita, entah kita pernah berjumpa dan kembali dipertemukan atau memang ini pertama kali kita dipertemukan dengan segenap keyakinan. Aku ingin menjadi akhir dari kisah panjang pencarianmu.  

Jumat, 21 Juli 2017

Masih Merindumu Kasih

            Kamu apakabar? Aku harap kamu baik-baik saja saat ini, sesuai doa-doa yang selalu ku panjatkan pada Tuhanku. Saat ini aku sedang sedih, karena ku tak tahu lagi kabar darimu. Kau sedang apa, bagaimana perasaanmu, keadaanmu sejauh ini seperti apa aku tak bisa lagi memahami. Aku merindukanmu pasti, aku merindukan tulisan-tulisanmu. Aku harap kamu mengerti bahwa mulai dari lembar pertama hingga terbitan terbaru,  akulah yang setia membacanya.
              Aku tahu kita pernah melukis cerita dulu. Aku mengerti kita pernah mengukir kenangan yang sampai saat ini kenangan terindah itu adalah ketika ku habiskan waktu bersamamu. Aku paham kita pernah dekat dalam setiap waktu yang kita miliki, namun itu dahulu dan sekarang masalahnya adalah aku merindukanmu. Aku rindu saat-saat kita sedang bersama, merajut kasih bercumbu asmara seakan dunia ini milik berdua.   Aku pun paham saat ini kita berpisah, bukan karena waktu yang memisahkan kita, tapi memang hati tak bisa dipaksakan. Aku pun mengerti bahwa saat ini kita telah jauh, bukan hanya raga namun lebih daripada itu, komunikasi, jarak yang membuatku sangat tersiksa setiap kali aku merindumu.
                Aku merindukan senyummu yang manis dibawah lampu temaram. Aku rindu sikapmu yang lugu dan lucu. Ingin sekali rasanya ku tatap kembali bola matamu, yang selalu mengingatkanku untuk selalu melihat ke dalam diriku. Aku rindu caramu berbicara denganku. Aku rindu caramu menghiburku ketika aku bosan dan malas-malasan tanpa semangat. Aku hanya senang melihatmu baik-baik saja meski kita tak bisa bersama lagi seperti dahulu. Aku senang bisa melihat dan merasakan perasaan yang sedang kamu alami melalui tulisanmu. Aku tersenyum bahagia meski hanya tahu melalui media sosial, begitulah caraku bahagia terhadapmu. Kamu pun harus mengerti bahwa aku yang selalu menanti tulisanmu, karena dari mana lagi aku bisa mengerti keadaanmu jika tidak dari sana. Bukannya aku berharap tinggi kembali atas perasaan yang selama ini ku jaga, aku hanya belum terbiasa melepaskanmu dari pikiranku. Sekali dua kali aku masih memikirkanmu, meski aku sudah sangat nyaman dengan keadaanku saat ini, meski aku terlalu nyaman dengan kesibukkanku sendiri, mengertilah bahwa dalam hati ini masih ada ruang untukmu. Aku bahagia dengan orang lain, aku bahagia bersama teman-teman seperjuanganku dan kehangatan keluargaku, namun ku tak pernah mengerti sampai kapan aku tidak merindumu. Saat ini aku percaya dengan kalimat “ You never stop to love someone, you just learn to live without them.”

          Aku tidak berharap kamu untuk kembali padaku datang padaku, hanya saja Tuhan mengabulkan setiap bait doa-doaku itulah sudah lebih dari cukup. Bagaimana aku selalu membisikkan rindu pada setiap ibadahku. Semoga yang selalu disemogakan, seperti yang selalu diharapkan bahwa kamu akan baik-baik saja, meski dalam keadaan apapun tanpa aku ketahui.